Minggu, 17 Februari 2013

FanFiction //Triangle Kiss [Chap II]// (TAORIS/TAOHUN)


Judul: Triangle Kiss (II)


Author: Hyunri Cho (okta kim heechul)


Genre: kalian tentuin sendiri ^_^


Rating: T (masih ambil aman)


Cast: -Tao (Huang Zi Tao), -Kris (Wu Yi Fan), -Sehun (Oh Sehun)


[Warning !! Masih banyak Typo berternangan kesana-kemari (?), gaje, gagal, maksa de el el]


Heyy… mimin datang lagi ^_^ chapter II ini akhirnya sudah jadi. Walau harus rela tidur cuman 3 jam (curco lagi) gpp deh yang penting part ini udah selesai. Gag bosan-bosan saya menunggu KOMEN kalian. Tolong lah jangan menjadi Reader Gelap disini. Hargai author yang sudah cape-cape nulis tanpa imbalan apa-apa. Kita tidak minta uang kok kalau kalian mau baca FF dari kita. Tapi kita cuman minta komen kalian, satu komen itu udah berarti banget buat kami disini, jadi saya bisa memperbaiki kesalahan saya. Tenang semua komen pasti saya balas kok, biyar pun akhir-akhir ini aku agak sibuk (kelas 3 banyak Try Out) tapi aku bakal sempatin buat balas komen kalian ^_^.
Ya sudah cukup bicaranya, kita langsung baca aja yah.

HAPPY READING ^^
.
.
.
.
.
.
DON’T LIKE
DON’T READ !!!


===================


Teengg… teengg

Bel berbunyi pertanda pelajaran hari ini sudah selesai. Semua murid-murid pun langsung berhamburan keluar dari kelas.
Aku juga tidak mau ketinggalan, aku harus bergegas karna hari ini aku ada janji dengan Kris-ge. Aku tidak mau membuatnya menunggu.

Baru berapa langkah aku beranjak tiba-tiba ada yang memanggil ku. Aku hafal sekali suara siapa itu.

“Apa kau sedang buru-buru?”. Tanya Sehun berjalan mendekat kearah ku.

“A-a-ah.. ne. Aku sedang ada janji dengan Kris-ge, wae Hun?”. Tanya ku balik.

Hey.. wajahnya berubah lagi sekarang.

“Oh. Anyio, pergilah nanti kau terlambat”. Ucapnya lalu beranjak meninggalkan ku.

Aku menatapnya bingung. Aku merasa ada yg tidak beres dengan Sehun.
Ku lirik jam tangan ku.
05:10 pm

Masih ada waktu 50 menit lagi. Sebaiknya aku temui Sehun dulu.


============================


SEHUN POV

akhirnya aku sampai juga di tempat ini. Tempat yang sangat bersejarah dan paling berarti bagi ku. Aku berjalan mendekati pohon besar itu. Sungguh banyak kenangan indah di tempat ini.

Ku tatap ukiran nama di pohon besar itu.
Sedetik kemudian air mata ku menetes keluar. Aku merasa dada ku terasa sesak dan ngilu. Ku sentuh lembut ukiran nama itu sambil mengingat semua kenangan yang mungkin hanya aku yang mengingatnya sekarang.

Sepertinya dia lupa hari apa ini.

Akhirnya aku hanya terduduk di bawah pohon berharap kalau dia akan datang. Itu pun kalau dia masih mengingat tempat ini.

Oh Sehun. Kenapa dirimu ini sangat bodoh,eoh? Kenapa baru sekarang kamu menyesali semuanya ! Kenapa tidak dari dulu kau sadari perasaan mu eoh. Kenapa saat dia sudah di miliki orang lain kau baru sadar ! Bodoh… kamu memang bodoh Sehun.

Aku menenggelamkan kepala ku di sela-sela tangan ku yang sedang aku tompangkan pada lutut ku.
Aku terus menunggunya, berharap dia membaca pesan yang aku tinggalkan di mejanya.

SEHUN POV End


==============================


“Ternyata kau disini, eoh. Aku mencari mu kemana-mana. Aku pikir kamu hilang”. Ucap Kris yang menemukan ku sedang terdiam di sebuah taman yang tidak jauh dari sekolah.

Aku membaca pesannya. Tapi dimana dia?

‘Aku tunggu kau di tempat yang sering kita datangi’

Bukankah tempat ini yang dia maksud, tapi kemana dia? Aku telpon berkali-kali tapi tidak diangkat.

“Kau sedang mencari sesuatu Tao?”. Tanya Kris membuat ku sedikit terkejut.

Aku sampai lupa kalau dia sudah datang.

Sudah lah biyarkan saja, paling dia hanya mengerjain ku saja. Awas kau Oh Sehun !!

“Bukan apa-apa. Ayo kita jalan”. Ucap ku lalu menggandeng tangannya.
Dia pun membalas genggaman ku.


NORMAL POV

Tanpa Tao sadari seseorang disana sedang mengharapkan kehadirannya, hanya untuk sebentar saja. Cuman untuk mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN kepadanya. Hanya itu yang dia minta tidak lebih. Tidak tau kah Tao, namja disana sangat mengenaskan. Terus menunggu orang yang nyata-nyata sudah melupakan hari ulang tahunnya.

Hari sudah gelap, Sudah lebih 3 jam dia duduk disini.
Namja itu mengangkat kepalanya menatap kesekelilingnya berharap Tao datang.
Dia tersenyum, air tiba-tiba matanya menetes keluar.

NORMAL POV END


SEHUN POV

kau benar-benar tidak datang Tao. Apakah dia lebih penting dari aku? Apakan kau sudah benar-benar tidak membutuhkan aku lagi Tao? Dimana kau saat aku membutuhkan mu? Aku selalu ada saat kau membutuhkan ku. Kau bahkan tidak ingat ini hari ulang tahun ku.

Perih…
Sangat perih.
Ternyata dia telah membuang ku demi orang baru itu.
Pedih…
Hati ku benar-benar tarasa pedih. Andai kau bisa melihat hati ku, mungkin kau akan terkejut kalau hati ini sudah cukup banyak luka.

Baiklah, kalau ini yang kau inginkan.

SEHUN POV END


============================


“Kita sudah sampai, cepat turun pundak ku sakit tahu”. Ucap Kris lalu menurunkan ku dari gendonganya.

Hangat.
Pungunggunya sangat hangat. Aku sampai-sampai hampir tertidur saat digendongnya.
Ini pertama kalinya aku di gendong oleh orang lain selain Sehun.

Tunggu.
Sehun. Aku kok jadi mencemaskannya.

“Baiklah Kris-ge, selamat malam ha…”.

Ucapan ku terhenti saat tiba-tiba dia menarik tubuh ku menrapat ketubuhnya. Sangat dekat sampai-sampai aku dapat mencium aroma tubuhnya yang  khas.

DEG !

Apakah dia mau mencium ku sekarang?

Sontak keringat dingin ku pun bercucuran keluar. Jatung ku kembali berdebar kencang.

Haruskah sekarang? Aku belum siap

Ku pejamkam mata ku, aku tidak berani kalau harus melihat langsung bagaimana dia mencium ku.

Baiklah…aku siap !

Cupp~

Aku terkejut.

“anak bodoh”. Ejeknya sambil mengacak rambut ku.

Dia tidak mencium bibir ku, tapi pipi ku. Tapi kenapa?

Aku menatapnya bingung bercampur kaget.

“Aku akan mengambil ciuman pertama ku setelah aku memenangkan pertandingan minggu depan. Otte?“. Tanyanya.

Aku hanya mengangguk tanpa sadar.

“Bagus. Tidak ada penolakan lagi Arrachi ! Baiklah aku pulang dulu. Selamat malam baby panda ku. Saranghae”. Ucapnya sambil membentuk hati dengan tangannya diatas kepalanya.

Aku hanya membalas dengan senyuman.
Aku tidak sabar minggu depan.


==============================


Akhir-akhir ini aku merasa Sehun berubah. Dia tidak pernah lagi menjemputku sekolah, di kelas pun dia lebih banyak diam.

Apa aku ada berbuat salah?


-Skip-


@jam istirahat

Baru saja bel berbunyi tapi aku sudah melihat Sehun meninggalkan kelas lebih dulu. Tidak biasanya Sehun keluar secepat ini, biasanya dia selalu mengajak Xiumin atau Chen kalau mau latihan renang.

Mungkin kelas renang waktunya di percepat.

“Kau merasa tidak Sehun sekarang jauh berubah”.

Aku mendengar seseorang sedang membicarakan Sehun, aku pun berusaha menguping pembicaraan mereka.

“Ia, aku sering melihat dia duduk sendirian di taman. Dari wajahnya, sepertinya dia sangat terpukul”

Terpukul?

“Terpukul kenapa?”.
“Kalian tidak tahu, dua hari yang lalu ada pertandingan renang seseoul…”

Astaga.. aku lupa, bukankah dua hari yang lalu dia juga ulang tahun.

Dia terpaksa tereliminasi, katanya gara-gara dia mengalami cedera bahu cukup parah”

DEG !

“Cedera?”
“Entah lah kenapa dia bisa sampai cereda parah, dan yang paling parah. Katanya dia sudah tidak bisa berenang lagi. Kasihan yah”

Ti-ti-tidak bisa berenang?
Cedera bahu?


==========================


FLASHBACK

Setelah selesai latihan aku pun langsung mengemasi barang ku dan beranjak pulang.
Sial, di tengah jalan aku merasa ada yang mengikuti ku. Ternyata ada dua orang preman sedang berjalan di belakang ku sambil memperhatikan ku.

Sungguh, meski pun aku mengikuti bela diri Wushu tapi aku masih pemula, aku tidak punya kemampuan untuk berkelahi beneran.

Ya tuhan.. tolong aku.

Aku merasa dua preman itu semakin mendekat kearah ku. Apa yang harus aku lakukan.
Aku terlalu gugup aku tidak bisa berpikir jernih, akhirnya aku menelpon Sehun.

Hey.. harusnya aku menelpon Kris.


Ye-yeoboseyo Sehunie’
‘…….’
‘Aku takut..’
‘……’
‘A-aa-ada dua preman yang sedang mambututi ku. Ottokhe’
‘…..’
‘Tolong aku Sehunie’
‘…….’
‘Sekarang aku ada di *****. Tolong aku Sehunie aku takut’
 
Tuuuttt… ttuuuttt
Sambungan terputus.

Yaa… apa yang dia lakukan. Kenapa telponnya di matikan? Dia mau membuat ku jadi santapan empuk dua orang menjijikan ini.

Aku terus berjalan tidak tau arah, sampai akhirnya di sebuah jalan buntu. Tubuh ku tertabrak tembok.

“Hahaha… mau kemana lagi kau sekarang namja manis”

“Ayo main-main sama om”. Ucap mereka sambil mendekat kearah ku.

“Pergi kalian !!”. Bentak ku sambil melempar seseutu yang tidak sengaja aku pegang.

PRANGG !

“Kurang ajar !!… kau berani main kasar eoh. Rasakan ini”.

Aku menutu mata ku. Aku terlalu takut untuk memyaksikan mereka memukul wajah ku.

Tapi…

“Jangan sentuh TAO ku !”. Ucap Sehun yang tiba-tiba ada di depan ku menahan tangan pria itu yang ingin meninjuku.

Kau datang Sehun.
 
“Bocah tidak tau diri rasakan ini”

Sehun dan kedua preman itu pun berkelahi. Aku sangat takut sampai” kaki ku lemas, akhirnya aku teperosot kebawah karna kaki ku sudah tidak mampu menahan berat tubuh ku lagi.

Aku merasa ada yang mendekat, saat aku menengok keatas, rupanya salah satu preman itu sedang berdiri di depan ku sambil membawa sebuah bangku yang sudah siap di hantamkannya kearah tubuh ku yang tidak berdaya ini. Aku hanya bisa pasrah, aku menutup kedua mata ku.


BRAAKK !!


tunggu.
Suara itu… tapi kenapa tubuh ku tidak merasakan sakit.


Saat ku buka mata ku. Aku melihat Sehun memeluk ku erat.

Dia melindungi ku.

“Tao, Gwechana?”. Tanyanya mencemaskan ku.

Harusnya kau yang di cemaskan, bukan aku.

Aku hanya menggeleng. Aku terlalu shock sampai-sampai sulit untuk berbicara.

Ku lihat dua preman itu sudah tidak ada lagi.

Aku kembali menatap tubuh Sehun yang penuh luka-luka.
Tapi dia tetap tersenyum kearah ku, seperti tidak merasakan sakit sama sekali padahal aku sangat cemas melihat kondisinya sekarang.

Aku terkejut melihat darah segar di daerah bahunya bekas hantaman bangku oleh preman itu tadi.

“Sehunie, bahu mu..”. Ucap ku panik sambil memegang darah itu.

Dia hanya tersenyum.

Gwechana. Asal kamu nggak kenapa-kenapa. Aku akan selalu melindungi mu Tao”


FLASHBACK END


====================



==TBC==


Otte? Masih gagal yah? Gag tau kenapa aku lagi pengen Sehun yang sedikit menderita disini (di bakar huhan shipper). Abis saya bosan baca FF yang TAO mulu yang posisinya ng’nes.
Nahk, hahaha.. chapter III nya belum sama sekali aku bikin. Abis tadi malam waktunya gag sempat, udah keburu pagi. Yaudah, tapi janji deh aku bakal segera pubhlis chap III nya ^_^
Jangan lupa tinggalkan jejak sesudah membaca yah.

4 komentar:

  1. Epepnya bagus chingu ^^ mianhae karna aku gak komen di chapter1 nya . Lanjut deh pkoknya... epepnya daebak

    BalasHapus
  2. Annyeong...(^^)
    Maafkan aku, baru bisa komen di chapter ini...Hohoho

    Author,
    Aku suka banget FF nya. Nggak tahu kenapa, nyesek waktu bagian Sehun...yg nggak bisa berenang lagi karena nyelamatin panda Tao.

    Cepet lanjutin, Thor.
    Fighting!
    Keep writing! (^.^)b

    BalasHapus
  3. mian baru balas yah. ini udah chap 4 di kerjain. sorry mimin sibuk bgd kemaren". BTW makasih ya udah mampir baca sama komennya. segara di pubhlis. pantengin terus yah ^^

    BalasHapus
  4. mian baru balas. kemaren" mimin sibuk. ok ini udah chap 4 berjalan hehe... sebelumnya makasih udah mampir sama komennya. di tunggu ya...

    BalasHapus